Dinamika Politik Kebangsaan

Arah politik suatu negara sangat menentukan nasib rakyatnya, terutama sekali di dalam proses pembangunan dan pengokohan institusi politik yang mampu menjamin keadilan sosial dari negara tersebut, hal itu dapat dilihat dari kejadian Arab Spring di mana negara yang gagal membangun institusi politik yang adil maka akan membawa badai politik yang hebat. Melalui proses reformasi rakyat Indonesia menaruh harapan besar agar negara mampu menyediakan kemapanan institusi politik dalam menjamin keadilan sosial. Dalam hal ini Partai Politik memegang posisi yang sangat penting dalam menentukan arah kebijakan politik negara, terutama sekali karena konstitusi menjamin peran Partai Politik dalam mengisi kelengkapan negara di bidang legislatif maupun eksekutif, melalui pemilihan legislatif pusat serta daerah, Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah. Tarik menarik kepentingan antar Partai Politik merupakan hal yang wajar, sebagaimana terjadi di seluruh negara, namun perlu sekali kita renungkan bahwa jauh sebelum Indonesia Merdeka, Bung Karno pernah menyampaikan, perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia ini adalah perjuangan ruh, perjuangan yang menjadikan bangsa Indonesia menjadi perkakasnya Tuhan. Maka jelas maksud Bung Karno, bahwa kita bernegara bukan untuk menjadi perkakas suatu sistem yang melemahkan masyarakat sebagai satu kesatuan yang membuat bangsa Indonesia mempertuhan hal yang tidak boleh dipertuhan sehingga perbuatannya jauh dari kemanusiaan. Realita dewasa ini, seperti maraknya korupsi, kerusakan alam akibat eksploitasi berlebihan, merosotnya ketahanan pangan dan energi dalam negeri serta hal-hal lain, adalah suatu peringatan agar kita tetap waspada dan bersatu.

Pancasila sebagai sumber hukum memberi kita pemahaman bahwa sila Persatuan Indonesia mempunyai arti yang luas karena terkait dengan sila lainnya. “Bagaimana meletakkan persatuan Indonesia dalam konteks negara yang berketuhanan yang maha esa, menghargai manusia lain sesuai kemanusiaan yang adil dan beradab, menjalankan negara dengan hikmat serta kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” Pertanyaan ini  pernah disampaikan kepada para kader partai politik selama mengikuti kegiatan pemantapan nilai-nilai kebangsaan di Lemhannas RI tahun 2013 dan 2014. Kegiatan yang bertujuan untuk mengharmoniskan persepsi kebangsaan bagi para kader Partai Politik sebagai penentu kebijakan politik negara ternyata mendapat respons positif karena telah menjadi ruang komunikasi politik yang penuh semangat persatuan.

Dengan mewadahi kader-kader partai politik dalam semangat kebangsaan yang kokoh, maka kebijakan-kebijakan politik negara tentunya bisa mengarahkan masyarakat Indonesia untuk mampu membedakan mana yang perlu diprioritaskan untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Hal ini sangat vital untuk mencapai kedewasaan politik bangsa Indonesia, sehingga rakyat Indonesia tidak mudah terjebak dengan retorika-retorika politik yang makin membuat bangsa Indonesia terpuruk, tantangan masyarakat Indonesia dalam middle income trap serta ekonomi ekstraktif adalah contohnya.

Semangat perjuangan ruh yang mampu mentransformasi bangsa Indonesia tidak bisa berhenti pada semangat kebangsaan slogan belaka seperti sekedar hafal akan Pancasila, bernyanyi lantang Indonesia Raya, serta berteriak-teriak akan kebenaran sehingga seolah-olah menjadi yang paling benar. Maka di sinilah diperlukan sikap dan perilaku sebagai panutan setiap individu yang mengawaki pimpinan eksekutif, yudikatif, legislatif, media massa serta infrastruktur politik dan substruktur politik di dalam kehidupan sehari-hari. Program Revolusi Mental yang dicanangkan pemerintah diarahkan untuk memberikan perubahan mendasar sistem pendidikan nasional terutama dalam cara mengajarkan pola pikir, pola sikap dan pola tindak para siswa dalam hal kebangsaan.

Demikian halnya dengan pendidikan bagi kader Partai Politik hendaknya selain menerima pendidikan kognitif, afektif, sebaiknya juga menyentuh aspek psikomotorik sesungguhnya. Dalam hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Lemhannas atau partai politik saja yang menyelenggarakan pendidikan. Namun sangat diperlukan sekali peran aktif akademisi, media massa, serta masyarakat luas terutama dalam proses pendidikan, dengan cara mengamati sepak terjang para pendidik dan yang mengikuti pendidikan kader partai politik, kontrol kualitas integritasnya berjalan dengan maksimal.

Dengan terjadinya revolusi informasi teknologi secara global maka tembok antara pemegang kekuasaan dengan masyarakat luas makin terkikis, maka siapa yang melanggar nilai keadilan sosial dan kemanusian akan menghadapi badai perubahan, apabila pemegang kekuasaan politik sewenang-wenang maka ia akan ditinggalkan konstituen-nya, begitu juga media serta usahawan yang melawan keadilan sosial maka pasti terkikis habis oleh sejarah. Oleh karena sifat fundamental bangsa Indonesia adalah gotong royong maka kehidupan yang rukun didasarkan kemanusiaan dan keadilan sosial adalah kekuatan utama menjadi bangsa yang dihormati dan dihargai dunia.

Budi Susilo Soepandji

Advertisements

Geopolitik Kawasan Indonesia Bagian Timur

Dalam kunjungan kehormatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Lemhannas RI pada tanggal 31 Juli 2015 yang lalu, Presiden Erdogan yang juga merupakan mantan Perdana Menteri Republik Turki menyampaikan bahwa berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar Turki seperti ISIS, krisis Yunani dan gelombang pengungsi Suriah serta Irak turut menguji dan memberikan dampak atas posisi sentral Turki di kawasannya. Sehubungan hal itu, Presiden Erdogan menyampaikan bahwa persatuan nasional merupakan elemen utama bagi Turki dalam menyikapi berbagai tantangan di kawasan yang dihadapinya tersebut. Menurutnya menafikan persatuan nasional Turki sama artinya dengan mengesampingkan kemandirian Turki dalam mengelola dan menjawab kenyataan geopolitik yang dihadapi Turki.

Pelajaran dari Turki yang dibawa Presiden Erdogan dapat menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Secara geografis, baik Turki maupun Indonesia terletak di lokasi yang strategis pada masing-masing kawasan. Turki merupakan hub yang menghubungkan Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa, dan Mediterania. Sementara itu, Indonesia terletak pada posisi silang karena diapit oleh dua samudera besar yakni Pasifik dan Hindia serta dua benua, yakni Australia dan Asia yang menjadikan Indonesia sebagai traffic dari arus utama perdagangan dunia. Posisi silang ini dikenal sebagai posisi silang maut (‘Das Totenkreuz’) karena selain melahirkan potensi kejayaan yang besar bagi bangsa Indonesia namun juga rentan terhadap konflik. Continue reading “Geopolitik Kawasan Indonesia Bagian Timur”

Air Mengalir Sampai Jauh

“Air mengalir sampai jauh” adalah sepenggal lirik dalam lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang, sang maestro keroncong Indonesia yang turut dipopulerkan oleh Sundari Soekotjo. Lagu yang diciptakan pada tahun 1940 ini dapat dipahami dari 3 (tiga) perspektif. Pertama, dimensi perjuangan, karena alunan musik keroncong yang populer di masa pergerakan dan revolusi fisik sehingga kehadiran lagu Bengawan Solo turut mengawal perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedua, dimensi geografis, karena lagu ini bercerita mengenai kondisi alam pulau Jawa yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi sehingga mendukung arus perdagangan yang menggunakan sungai sebagai sarana lalu lintas pada masa itu. Ketiga, dimensi seni, karena ternyata alunan keroncong merupakan musik yang tidak hanya disukai oleh pejuang kemerdekaan, namun juga cukup digemari oleh tentara Jepang pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Tidaklah heran apabila hingga kini lagu Bengawan Solo masih cukup populer dan mendapatkan tempat di hati masyarakat Negara Matahari Terbit, bahkan telah diterjemahkan dan digubah dalam berbagai versi dan beragam bahasa.

Continue reading “Air Mengalir Sampai Jauh”